TEHNIK MENGATASI NYERI
“DISTRAKSI”
PENGERTIAN
Suatu metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan perhatian klien pada hal-hal lain , sehingga klien akan lupa terhadap nyeri yang dialami.
MACAM-MACAM TEHNIK DISTRAKSI
1. Bernafas pelan-pelan
2. Masase sambil menarik nafas pelan
3. Mendengarkan lagu sambil menepuk-nepukan jari/kaki
4. Membayangkan hal-hal yang indah sambil menutup mata
5. Menonton TV (acara kegemaran)
BIMBINGAN IMAJINASI (GUIDED IMAGERY)
1. Bina Hubungan saling percaya
2. Jelaskan prosedur : tujuan, posisi, waktu, dan peran perawat sebagai pembimbing.
3. Anjurkan klien mencari posisi yang nyaman menurut klien
4. Duduk dengan klien tetapi tidak mengganggu.
5. Lakukan pembimbingan dengan baik terhadap klien.
6. Jika klien menunjukkan tanda-tanda agitasi, gelisah atau tidak nyaman, perawat harus menghentikan latihan dan memulainya lagi ketika klien siap.
Minta klien untuk memikirkan hal-hal yang menyenangkan atau pengalaman yang membantu penggunaan semua indra dengan suara yang lembut.
Ketika klien rileks, klien berfokus pada bayangannya dan saat itu perawat tidak perlu bicara lagi.
Jika klien menunjukkan tanda-tanda agitasi, gelisah atau tidak nyaman, perawat harus menghentikan latihan dan memulainya lagi ketika klien telah siap.
Relaksasi akan mengenai seluruh tubuh. Setelah 15 menit, klien harus memperhatikan tubuhnya, lalu catat daerah yang tagang dan daerah ini akan digantikan dengan relaksasi. Biasanya klien rileks setelah menutup mata atau mendengarkan musik yang lembut sebagai background yang membantu.
Catat hal-hal yang digambarkan klien dalam pikiran untuk digunakan informasi spesifik yang diberikan klien dan tidak membuat perubahan pernyataan klien.
TEHNIK MENGATASI NYERI
“RELAKSASI”
PENGERTIAN
Merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada klien yang mengalami nyeri kronis.
Rileks sempurna yang dapat mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan sehingga mencegah menghebatnya stimulus nyeri.
TIGA HAL YANG UTAMA YANG DIBUTUHKAN DALAM TEHNIK RELAKSASI
1. Posisi klien yang tepat
2. Pikiran beristirahat
3. Lingkungan yang tenang
PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Atur posisi klien agar rileks, tanpa beban fisik . Posisi dapat duduk atau berbaring terlentang.
2. Instruksikan klien untuk menghirup nafas dalam sehingga rongga paru berisi udara bersih.
3. Instruksikan klien untuk secara perlahan menghjembuskan udara dan membeiarkannya keluar dari setiap bagian anggota tubuh. Bersamaan dengan hal ini, minta klien memusatkan perhatian ”betapa nikmat rasanya ”
4. Instruksikan klien untuk bernafas dengan irama normal beberapa saat (sekitar 1 – 2 menit)
5. Instruksikan klien untuk bernafas dalam,kemudianmenghembuskan perlahan-lahan, dan merasakan saat ini udara mengalir dari tangan, kaki, menuju keparu, kemudian udara dibuang keluar. Minta klien memusatkan perhatian pada kaki dan tangan, uadara yang dikeluarkan, dan merasakan kehangatannya.
6. Instruksikan klien untuk mengulangi prosedur no.5 denagn memusatkan perhatian pada kaki dan tangan, punggung, perut, bagian tubuh yang lain.
7. Setelah klien merasa rilesk, minta klien secara perlahan menambah irama pernafasan. Gunakan pernafasan dada atau abdomen. Jika frekuensi nyeri bertambah, gunakan pernafasan dangkal dengan frekuensi yang lebih cepat.
TEKNIK MENGATASI NYERI DISTRAKSI DAN RELAKSASI
Sabtu, 26 Februari 2011
Diposting oleh Zaenal Arifin, NS.SKep di 11.27
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar