TEKNIK MENGATASI NYERI RELAKSASI PROGRESIF, PANAS DAN DINGIN

Sabtu, 26 Februari 2011

TEHNIK MENGATASI NYERI
”RELAKSASI PROGESIF”
PENGERTIAN
Tehnik relaksasi otot dalam yang tidak memerlukan imajinasi, ketekunan, atau sugesti (Martha Davis).

PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Bina Hubungan saling percaya
2. Jelaskan Prosedur:
• Tujuan
• Posisi berbaring atau duduk dikursi dengan kepala ditopang.
• Waktu 2 x 15 menit per jam
• Empat kelompok utama yang digunakan dalam tehnik relaksasi, antara lain :
a. tangan, lengan bawah, dan otot bisep
b. Kepala, muka, tenggorokan, dan bahu termasuk pemusatan perhatian pada pipi, hidung, mata, rahang, bibir, lidah dan leher. Sedapat mungkin perhatian diarahkan



pada kepala karena secara emosional, otot yang paling penting dalam tubuh ada disekitar area ini;
c. Dada, lambung, dan punggung bagian bawah
d. Paha, pantat, betis dan kaki.
3. Anjurkan klien untuk mencari posisi yang nyaman dan ciptakan lingkungan yang nyaman.
4. Bimbingan klien untuk melakukan tehnik relaksasi (prosedur diulang paling tidak satu kali). Jika area tetap tegang dapat diulang lima kali dengan melihat respon klien :
 Kepalkan kedua telapak tangan, lalu kencangkan bisep dan lengan bawah selama 5 – 7 detik. Bimbingan klien kearah otot yang tegang, anjurkan klien untuk merasakannya, dan tegangkan otot sepenuhnya kemudian relaks selama 12 – 30 detik.
 Kerutkan dahi atas pada saat yang sama, tekan kepala sejauh mungkin kebelakang, putar searah jarum jam dan kebalikannya, kemudian anjurkan klien untuk mengerutkan otot muka, sep kenari : cemberut, mata dikedip-kedipkan, bibir dimonyongkan kedepan , lidah ditekan kelangit-langit, dan bahu dibungkukkan selama 5 – 7 detik. Bimbingan klien kearah otot yang tegang, anjurkan klien untuk memikirkan rasanya, dan tegangkan otot sepenuhnya kemudian relaks selama 12-30 detik.
 Lengkungkan punggung ke belakang sambil menarik nafas dalam, tekan keluar lambung, tahan, lalu relaks. Tarik nafas dalam, tekan keluar perut, tahan, relaks.
5. Selama melakukan tehnik relaksasi, catat respon non verbal klien. Klien menjadi agitasi atau tidak nyaman, hentikan latihan dan jika klien terlihat kesulitan, relaksasi hanya pada sebagian tubuh. Lambatkan kecepatan latihan dan berkosentrasi pada bagian tubuh yang tegang
6. Dokumentasikan : respon klien terhadap tehnik relaksasi dan perubahan tingkat kenyamanan.


TEHNIK MENGATASI NYERI
”PEMIJATAN (MASASE)”
PENGERTIAN
Pengurutan dan pemijatan yang menstimulasi sirkulasi darah serta metabolisme dalam jaringan.

TUJUAN
1. Mengurangi ketegangan otot
2. Meningkatkan relaksasi fisik dan psikologis
3. Mengkaji kondisi kulit
4. Meningkatkan sirkulasi/peredaran darah pada area yang dimasase.

PERSIAPAN ALAT
• Pelumas (minyak hangat/losion)
• Handuk

PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Siapkan alat-alat yang dibutuhkan
2. Identifikasi klien
3. Beritahu klien tindakan yang akan dilakukan
4. Cuci tangan
5. Atur klien dalam posisi telungkup. Jika tidak biasa, dapat diatur dengan posisi miring.
6. Letakkan sebuah bantal kecil dibawah perut klien untuk menjaga posisi yang tepat.
7. Tuangkan sedikit lotion ketangan (tangan perawat). Usapkan kedua tangan sehingga losion akan rta pada permukaan tangan.
8. Lakukan masase pada punggung. Masase dilakukan dengan menggunakan jari-jari dan telapak tangan, dan tekanan yang halus. Gunakan losion sesuai kebutuhan.
9. Metode masase :
a. Selang seling tangan :
Masase punggung dengan tekanan pendek, cepat, bergantian tangan.
b. Remasan
Usap otot bahu dengan setiap tangan anda yang dikerkan secara bersama.
c. Gesekan
Masase punggung dengan ibu jari, dengan gerakan memutar sepanjang tulang punggung dari sakrum kebahu.
d. Eflurasi
Masae punggung dengan kedua tangan, menggunakan tekanan lebih halus dengan gerakan keatas untuk membantu aliran balik vena.
e. Petriasi
Tekan punggung secara horizontal. Pindah tangan anda dengan arah yang berlawanan dengan menggunakan gerakan meremas.
f. Tekanan Menyikat
Secara halus teka punggung denagn ujung-ujung jari. Untuk mengakhiri masase.

TEHNIK MENGATASI NYERI
KOMPRES
KOMPRES PANAS KERING

PENGERTIAN
Memberikan rasa hangat pada klien dengan mengunakan cairan atau alat yang menimbulkan hangat pada bagian tubuh yang memerlukannya.

TUJUAN
1. Memperlancar sirkulasi darah
2. Mengurangi rasa sakit
3. Merangsang peristaltik usus
4. Memperlancar pengeluaran getah radang (eksudat)
5. Memberi rasa nyaman/hangat dan tenang

DILAKUKAN PADA :
1. Klien dengan perut kembung
2. Klien yang kedinginan, Mis : akibat narkose, iklim,dll.
3. Klien yang mengalami radang, mis : radang persendian
4. Kekejangan otot (spasmus)
5. Adanya abses (bengkak), hematom.

METODE KOMPRES PANAS :
1. Kompres panas basah
2. Kompres panas kering:
a. Buli-buli panas (WWZ)
b. Bantal Listrik
c. Busur lampu/cahaya.

A. KOMPRES PANAS BASAH
Persiapan Alat :
1. Baki / nampan
2. Kom bertutup steril berisi cairan hangat sesuai kebutuhan (40˚- 46 ˚ C).
3. Bak steril berisi pinset 2 buah, kasa beberapa potong dengan ukuran yang sesuai.
4. Perban kasa atau kain segitiga.
5. Plester dan gunting plester
6. Pengalas
7. Sarung tangan bersih ditempatnya
8. Kapas dan wash bensin dalam botol kecil
9. Bengkok 2 (satu kosong, satu berisi lisol)

Prosedur Tindakan :
1. Berikan penjelasan kepada klien tentang perasat yang akan dilakukan.
2. Bawa alat kedekat klien
3. Pasang sampiran, jika perlu
4. Bantu klien pada posisi yang nyaman dan tepat
5. Cuci tangan
6. Pasang pengalas dibawah area yang akan diberi kompres
7. Pakai sarung tangan
8. Buka balutan perban (jika diperban) dan buang bekas balutan kedalam bengkok kosong.
9. Ambil beberapa potong kaka dengan pinset dari bak steril dan masukkan kedalam kom berisi cairan hangat untuk mengompres.
10. Ambil pinset satu lagi untuk memegang dan memeras kasa kompres hangat dan kom kompresan hangat agar kasa tidak terlalu basah.
11. Selanjutnya ambil kasa dengan cara direnggangkan/dibentangkan dan letakkan diatas area yang membutuhkan kompres hangat.
12. Perhatikan respon klien, adakah rasa tidak nyaman dan dalam beberapa detik setelah kasa hangat menempel dikulit, angkat tepi kasa untuk mengkaji apakah terdapat kemerahan pada kulit yang dikpmpres.
13. Jika klien menoleransi kompres hangt tersebut, tutup kasa kompres hangat basah pada area yang memerlukan kompres, lalu lapisi dengan kasa kering dan selanjutnya balut dengan perban ksa atau kain segitiga serta fiksasi dengan plester atau ikat.
14. Lakukan prasat ini selama 15-30 menit atau sesuai program terapi dan ganti balutan kompres hangat setiap 5 menit sekali.
15. Lepaskan sarung tangan dan masukkan kedalam tempatnya.
16. Atur posisi klien kembali nyaman.
17. Bereskan dan bersihkan alat-alat untuk disimpan kembali
18. Cuci Tangan
19. Dokumentasikan

B. KOMPRES PANAS KERING
Kompres Panas dengan Buli-buli Panas (WWZ)
Tujuan :
1. Mengurangi/membebaskan rasa nyeri, spasmus otot, peradangan atau kongesti.
2. Memberikan rasa hangat.

Dilakukan pada :
1. KLien yang kedinginan
2. Atas saran dokter
3. Persiapan aether bed

Persiapan Alat :
1. Baki/zampan
2. Buli-buli panas dan sarungnya
3. Termos berisi air panas
4. Termometer air panas bila perlu
5. Lap verja

Prosedur Tindakan :
1. Berikan penjelasan lepada klien tentang perasat yang akan diberikan.
2. Siapkan peralatan
3. Cuci tangan.
4. Lakukan pemanasan pendahuluan pada buli-buli panas denagn cara mengisi buli-buli dengan air panas, mengencangkan penutupnya, kemuadian membalik posisi buli-buli berulang-ulang lalu kosongkan isinya.
5. Siapkan dan ukur suhu air yang diinginkan (50º – 60º C)
6. Buli-buli dengan air panas sebanyak ½ bagian, lalu keluarkan udaranya dengan cara :
7. Periksa buli-buli apakah bocor/tidak, lalu keringkan dengan lap kerja dan masukkan dalam sarungnya.
8. Bawa buli-buli kedekat klien
9. Beritahu klien.
10. Siapkan/atur posisi klien
11. Letakkan/pasang buli-buli pada bagian/area yang memerlukannya.
12. Kaji secara teratur kondisi klien untuk mengetahui kelainan yang timbul akibat pemberian kompres dengan buli-buli panas, misalnya kemerahan, ketidaknyamanan/kebocoran.
13. Ganti buli-buli panas setelah 20 menit dipasang dengan air panas.
14. Bereskan dan kembalikan peralatan bila prasat sudah selesai
15. Cuci tangan
16. Dokumentasikan.

Kompres Panas dengan Bantal Listrik
Dilakukan Pada :
1. Klien dengan sakit perut pada keadaan tertentu
2. Klien yang kedinginan

Persiapan Alat :
1. Bantal listrik dengan sarungnya.
2. Handuk

Prosedur Tindakan :
1. Berikan penjelasan lepada klien tentang prasat yang akan dilakukan.
2. Bawa alat-alat kedekat klien
3. Periksa tegangan listrik, sesuai voltase bantal listrik dengan stopkontak, setelah itu masukkan bantal kedalam sarungnya.
4. Cuci tangan dan keringkan tangan.
5. Atur posisi klien
6. Letakkan handuk diatas bagian yang akan dipasang bantal listrik
7. Letakkan bantal listrik yang telah diberi sarung diatas handuk, lalu nyalakan. Atur suhu jangan terlalu panas.
8. Awasi/tunggui klien selama pemakaian bantal listrik.
9. Angkat bantal listrik jika sudah selesai menggunakan.
10. Rapikan kembali klien.
11. Bereskan dan simpan kembali alat yang dipakai
12. Cuci tangan.
13. Dokumentasikan.

KOMPRES DINGIN

Terdiri Atas :
1. Kompres dingin basah
2. Kompres dingin kering

Pengertian
Memasang suatu zat dengan suhu rendah pada tubuh untuk tujuan terapetik.

Tujuan
1. Menurunkan suhu tubuh
2. Mencegah peradangan meluas
3. Mengurangi kongesti
4. Mengurangi perdarahan lokal
5. Mengurangi rasa sakit lokal
6. Agar luka menjadi bersih.

Dilakukan pada :
1. Suhu tinggi
2. Radang.
3. Memar
4. Batuk/muntah darah
5. Pascatonsilektomi
6. Luka Tertutup/terbuka

A. Kompres Dingin Basah
Pengertian :
Pemberian kompres dingin basah steril dengan menggunakan larutan obat antiseptik.

Persiapan Alat :
1. Baki berisi :
a. Mangkok bertutup steril
b. Cairan yang diperlukan (PK 1 : 4000/Rivanol 1 :1000 – 1: 3000/Betadin.
2. Bak steril berisi :
a. Pinset anatomis 2 buah
b. Beberapa potong kain kasa sesuai kebutuhan
c. Pembalut (jika perlu)
d. Perlak kecil dan alas
e. Sampiran (jika perlu)

Prosedur Tindakan :
1. Berikan penjelasan kepada klien mengenai tindakan yang akan dilakukan
2. Bawa alat-alat kedekat klien
3. Pasang sampiran
4. Cuci tangan
5. Pasang alas dibawah bagian yang akan di kompres
6. Kocok obat/cairan kompres jika terdapat endepan.
7. Tuangkan cairan kedalam mangkok steril
8. Masukkan kasa kedalam cairan kompres
9. Peras kain kasa menggunakan 2 pinset
10. Bentangkan dan letakkan kasa diatas bagian yang akan dikompres, lalu balut.
11. Tutup/pasang selimut jika perlu
12. Rapikan klien jika perasat sudah selesai.
13. Bereskan alat-alat dan simpan ketempat semula
14. Cuci tangan
15. Dokumentasikan.

Kompres Dingin Basah dengan menggunakan air biasa/air es
Pengertian :
Memberikan dingin setempat dengan menggunakan lap/kain kasa yang dicelupkan dalam air biasa /air es.

Tujuan :
1. Mengurangi rasa sakit setempat
2. Menurunkan suhu tubuh
3. Mengurangi perdarahan setempat

Tempat pengompresan :
1. Untuk menurunkan suhu tubuh : ketiak dan lipatan paha.
2. Untuk mengurangi perdarahan/rasa sakit : bergantung pada tempatnya.

Persiapan Alat :
1. Baki
2. Baskom kecil berisi air es/air biasa
3. Pengalas (perlak kecil dan alas)
4. Beberapa buah waslap/kain kasa dengan usuran tertentu.
5. Selimut (jira perlu)
6. Sampiran

Prosedur tindakan :
1. Berikan penjelasan lepada klien mengenai tindakan yang akan dilakukan.
2. Bawa alat-alat kedekat klien.
3. Pasang sampiran, jika perlu
4. Cuci tangan
5. Rentangkan pengalas dibawah bagian yang akan dikompres.
6. Basahi waslap dengan airbiasa/es dan peras sampai lembab.
7. Letakkan waslap tersebut pada bagian tubuh yang akan dikompres.
8. Ganti waslap setiap kali waslap yang sudah terendam, ulangi terus sampai suhu badan Turín
9. Rapiñan klien jira sudah selesai.
10. Bereskan alat-alat dan simpan kembali
11. Cuci tangan
12. Dokumentasikan.
B. Kompres Dingin Kering
Pengertian :
Memasang eskap/eskrag pada tubuh untuk tujuan terapeutik dengan menggunakan :
1. Kirbat es (eskap) : bentuk bundar/lonjong digunakan untuk bagian kepala, dada, perut.
2. Eskrag : bentuk memanjang digunakan untuk bagian leher.

Tujuan :
1. Menurunkan suhu tubuh
2. Mengurangi nyeri/sakit setempat, Mis : radang usus buntu
3. Mengurangi perdarahan, misal : pascatonsilektomi, muntah/batuk darah, perdarahan usus, perdarahan lambung, dan pascapartum.

Dilakukan pada :
1. Klien yang suhu tubuhnya tinggi
2. Klien dengan perdarahan Herat, misalnya epistaksis.
3. KLien yang kesakitan, misal : infiltrat apendikuler, sakit kepala Herat, dll.
4. Klien pascabedah tonsil (tonsilektomi), dll.

Mengisi dan memberikan kirbat es/eskrag
Persiapan alat :
1. Baki
2. Eskrag berisi potongan-potongan kecil es dan satu sendok teh garam (agar es tidak cepat mencair)
3. Air dalam baskom
4. Lap kerja
5. Perlak kecil dan alasnya.

Prosedur Pelaksanaan:
1. Berikan penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan
2. Bawa alat-alat kedekat klien
3. Cuci tangan.
4. Masukkan potongan es dalam baskom air agar pinggir es tidak tajam.
5. Isi kirbat es/eskrag dengan potongan es sebanyak ½ bagian.
6. Keluarkan udara dari eskrap/eskrag dengan melipatkan bagia yang kosong, lalu tutup rapat.
7. Periksa eskrap/eskarg apakah bocor atau tidak
8. Keringkan eskap/eskarg dengan lap dan masukkan kedalam sarung eskrap/eskrag.
9. Buka area yang akan diberi kompres dan atur posisi klien sesuai kebutuhan.
10. Pasang pengalas pada bagian tubuh yang akan diberi kompres.
11. Letakkan eskrap pada bagian yang memerlukan kompres. Untuk leher: letakkan eskrag diatas leher dan ikatkan dibelakang leher.
12. Kaji keadaan kulit setiap 20 menit terhadap nyeri, mati rasa, dan suhu tubuh (jika perlu).
13. Angkat eskrap/eskarg jika sudah cukup/selesai.
14. Atur posisi klien kembalipada posisi yang nyaman.
15. Bereskan alat-alat dan simpan ketempat semula.
16. Cuci tangan.
17. Catat kegiatan yang telah dikerjakan perawat, antara lain:
• Waktu dan jenis kompres
• Tindakan yang diberikan dan hasilnya.
• Waktu pengambilan kompres
• Pendidikan kesehatan yang diberikan.

Informasi untuk klien/keluarga :
1. Jelaskan tindakkan dan tujuannya pada klien.
2. Anjurkan klien untuk memberi tahu perawat jika merasa nyeri atau mati rasa.
3. Beritahukan klien bahwa pemasangan kompres hanya dilakukan oleh perawat.

Pemberian Kirbat Es Gantung (Eskap Melayang)
Pengertian :
Memasang kirbat es secara tidak langsung pada tubuh klien yang memerlukan.

Tujuan :
Mengurangi perdarahan, nyeri, dan pergerakan

Dilakukan Pada :
Klien dengan perdarahan usus (dalam rongga perut), sakit kepala hebat.

Persiapan alat :
1. Baki
2. Kirbat es yang sudah diisi es dalam sarungnya.
3. Duk/kain atau handuk
4. Keranda/busur Selimut atau bisa diganti dengan tali

Prosedur Pelaksanaan :
1. Berikan penjelasan kepada klien tentang tindakan yang akan dilakukan.
2. Bawa alat-alatkedekat klien
3. Cuci tangan
4. Pasang keranda selimutdiatas bagian tubuh yang akan diberi kirbat es.
5. Pasang kain/duk/handuk pada keranda/busur selimut agak kendor sehingga bagian tengah melengkung kedalamdan hampir menyentuh perut atau kepala klien (bagian yang memerlukan kompres), selanjutnya pasang peniti pada ujung-ujung kain/duk/handuk.
6. Letakkan kirbat es diatas es diatas duk/kain/handuk tepat diatas bagian tubuh yang memerlukan kompres.
7. Tutupi klien dengan selimut.
8. Kembalikan alat-alat yang sudah tidak diperlukan.
9. Cuci tangan
10. Dokumentasikan.

TEHNIK MENGATASI NYERI
”RENDAM”
PENGERTIAN
Tindakan keperawatan denagn cara merendam dengan menggunakan cairan hangat yang dapat dilakukan pada daerah tangan, kaki, glutea,seluruh bagian tubuh yang mengalami gangguan integritas, gangguan sirkulasi, ketegangan otot atau terdapat luka kotor.

TUJUAN
1. Mengendorkan otot,tendon dan ligamen
2. Menghilangkan nyeri dan peradangan
3. Mempercepat penyembuhan jaringan
4. Memperbaiki sirkulasi
5. Membersihkan luka kotor.

PERSIAPAN ALAT:
1. Alat/tempat perendam
2. Larutan PK untuk rendam duduk/mandi rendam
3. Handuk
4. Pinset dan gunting steril
5. Kain kasa steril
6. Kapas sublimat

PROSEDUR PELAKSANAAN
A. Rendam Tangan dan Kaki
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakuakn
2. Cuci tangan
3. Mesukkan larutan hangat (40,5º C – 43˚ C) ke dalam alat/tempat perendam
4. Tuangkan obat yang diperlukan pada air rendaman.
5. Letakkan pengalas dibawah tempat rendaman.
6. Masukkan bagian yang akan direndam (tangan/kaki).
7. Tutup bagian atas rendaman dengan handuk supaya tidak cepat menguap panasnya.
8. Lakukan perendaman selama 5 – 10 menit.
9. Setelah selesai, bersihkan daerah yang rendam. Bila ada jaringan yang kotor,lakukan pembersihan dengan kapas sublimat dengan menggunakan sublimat atau dengan menggunakan jaringan yang mati.
10. Cuci tangan setelah melakukan prosedur
11. Catat perubahan yang terjadi ( hasil rendaman, kondisi pasien, reaksi kulit, dan cairan yang digunakan/obat).

B. Rendam Glutea (Rendam Duduk)
Dikukan pada :
1. Daerah luka sekitar anus dan genetalia
2. Jahitan epistomi pasca persalinan yang meradang
3. Pasien pasca operai hemoroidektomi.

Untuk rendam duduk , larutan yang diperlukan adalah PK dengan perbandingan 1:4.000 atau sesuai program dokter.

Prosedur Tindakan :
1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
2. Cuci tangan
3. Masukkan larutan PK 1 : 4.000 pada larutan hangat untuk merendam dan tuangkan kedalam tempat rendaman.
4. Pasang sampiran bila pasien dirawat dibangsal umum
5. Lakukan perendaman selama 5 – 10 menit. Setelah selesai, bersihkan daerah luka dengan kapas sublimat dengan menggunakan pinset.
6. Tutup luka dan keringkan dengan kasa steril lalu pasang perban.
7. Cuci tangan setelah prosedur tindakan.
8. Catat keadaan dan reaksi kulit dan hasil rendaman

C. Rendam Seluruh bagian Tubuh
Dilakukan apabila:
Luka mencapai seluruh tubuh, seperti luka bakar.

larutan yang diperlukan adalah PK dengan perbandingan 1:4.000 atau sesuai program dokter.

Prosedur Tindakan :
1. Cuci tangan
2. Masukkan larutan PK 1 : 4000 pada air ditempat rendaman dan diaduk.
3. Masukkan bagian tubuh kedalamtempat rendaman selama 5 – 10 menit dan bersihkan daerah luka dengan kain kasa.
4. Setelah selesai, bersihkan luka dengan kain kasa steril dan keringkan. Lalu beri obat sesuai program dokter.
5. Tutup luka dengan kain kasa.
6. Cuci tangan
7. Catat hasil rendaman dan keadaan luka.

Read More..

TEKNIK MENGATASI NYERI DISTRAKSI DAN RELAKSASI

TEHNIK MENGATASI NYERI
“DISTRAKSI”

PENGERTIAN
Suatu metode untuk menghilangkan nyeri dengan cara mengalihkan perhatian klien pada hal-hal lain , sehingga klien akan lupa terhadap nyeri yang dialami.

MACAM-MACAM TEHNIK DISTRAKSI
1. Bernafas pelan-pelan
2. Masase sambil menarik nafas pelan
3. Mendengarkan lagu sambil menepuk-nepukan jari/kaki
4. Membayangkan hal-hal yang indah sambil menutup mata
5. Menonton TV (acara kegemaran)



BIMBINGAN IMAJINASI (GUIDED IMAGERY)
1. Bina Hubungan saling percaya
2. Jelaskan prosedur : tujuan, posisi, waktu, dan peran perawat sebagai pembimbing.
3. Anjurkan klien mencari posisi yang nyaman menurut klien
4. Duduk dengan klien tetapi tidak mengganggu.
5. Lakukan pembimbingan dengan baik terhadap klien.
6. Jika klien menunjukkan tanda-tanda agitasi, gelisah atau tidak nyaman, perawat harus menghentikan latihan dan memulainya lagi ketika klien siap.
 Minta klien untuk memikirkan hal-hal yang menyenangkan atau pengalaman yang membantu penggunaan semua indra dengan suara yang lembut.
 Ketika klien rileks, klien berfokus pada bayangannya dan saat itu perawat tidak perlu bicara lagi.
 Jika klien menunjukkan tanda-tanda agitasi, gelisah atau tidak nyaman, perawat harus menghentikan latihan dan memulainya lagi ketika klien telah siap.
 Relaksasi akan mengenai seluruh tubuh. Setelah 15 menit, klien harus memperhatikan tubuhnya, lalu catat daerah yang tagang dan daerah ini akan digantikan dengan relaksasi. Biasanya klien rileks setelah menutup mata atau mendengarkan musik yang lembut sebagai background yang membantu.
 Catat hal-hal yang digambarkan klien dalam pikiran untuk digunakan informasi spesifik yang diberikan klien dan tidak membuat perubahan pernyataan klien.

TEHNIK MENGATASI NYERI
“RELAKSASI”
PENGERTIAN
Merupakan metode efektif untuk mengurangi rasa nyeri pada klien yang mengalami nyeri kronis.
Rileks sempurna yang dapat mengurangi ketegangan otot, rasa jenuh, kecemasan sehingga mencegah menghebatnya stimulus nyeri.

TIGA HAL YANG UTAMA YANG DIBUTUHKAN DALAM TEHNIK RELAKSASI
1. Posisi klien yang tepat
2. Pikiran beristirahat
3. Lingkungan yang tenang

PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Atur posisi klien agar rileks, tanpa beban fisik . Posisi dapat duduk atau berbaring terlentang.
2. Instruksikan klien untuk menghirup nafas dalam sehingga rongga paru berisi udara bersih.
3. Instruksikan klien untuk secara perlahan menghjembuskan udara dan membeiarkannya keluar dari setiap bagian anggota tubuh. Bersamaan dengan hal ini, minta klien memusatkan perhatian ”betapa nikmat rasanya ”
4. Instruksikan klien untuk bernafas dengan irama normal beberapa saat (sekitar 1 – 2 menit)
5. Instruksikan klien untuk bernafas dalam,kemudianmenghembuskan perlahan-lahan, dan merasakan saat ini udara mengalir dari tangan, kaki, menuju keparu, kemudian udara dibuang keluar. Minta klien memusatkan perhatian pada kaki dan tangan, uadara yang dikeluarkan, dan merasakan kehangatannya.
6. Instruksikan klien untuk mengulangi prosedur no.5 denagn memusatkan perhatian pada kaki dan tangan, punggung, perut, bagian tubuh yang lain.
7. Setelah klien merasa rilesk, minta klien secara perlahan menambah irama pernafasan. Gunakan pernafasan dada atau abdomen. Jika frekuensi nyeri bertambah, gunakan pernafasan dangkal dengan frekuensi yang lebih cepat.

Read More..